Di Balik Seutas Tali Pertemuan

        Haii gaiss… aku lagi menyelesaikan salah satu draft tulisanku saat ini, ternyata butuh beberapa waktu yaa buat bisa ke dalam bentuk tulisan ini. anyway ini jadi tulisan keduaku di tahun 2026 ini, setelah kemarin januari aku upload tulisan The Mind After You hehehe... Hmmm kali ini aku pingin mengajak kalian gaiss untuk berdiskusi terkait apa yang tercurahkan disini tentang arti, definisi dari pertemuan. Aku sangat terbuka atas masukan bahkan perspektif lain dari kalian semua, selamat membaca and love youu gaiss.

source: id.pinterest.com 

"Kalau ujung-ujung bakal kepisah, kenapa dulu harus ketemu si"

Itu adalah ungkapan yang sering kali dilontarkan oleh manusia, lontaran tersebut ada sebab rasa kecewa, luka, bahkan bertanya-bertanya  yang dirasakan kala itu. 

Pertemuan lahir dari kata "temu". Ia terjadi ketika dua jiwa yang awalnya berada pada fragmentasi yang berbeda kini berada dalam satu ruas garis waktu yang sama.

Sebuah pertemuan pada hakikatnya, membuat banyak rasa pada manusia. Perasaan itu dimulai dari rasa senang dan sedih. Entah itu adalah rasa senang karena akan bertemu kembali ataupun kebalikannya, rasa sedih karena akan bertemu kembali. Mixed feelings ini yang menghidupkan manusia selayaknya manusia. 

fakta uniknya adalah, takdir sebenarnya tidak membawa kita (manusia) untuk bertemu orang lain secara random ataupun tanpa alasan dibaliknya.

Tuhan telah menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini, termasuk apa yang akan terjadi dengan manusia sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan. Hal ini tertulis dalam Al-Qu'ran tepatnya di surat Al-Qomar pada ayat 49 yang berbunyi, "inna kulla syai'in khalaqnahu biqadar"  yang memiliki arti sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran atau takdir. 

Hal ini mengajarkan kita bahwa sebenarnya apa yang telah terjadi pada kita (manusia) itu adalah takdir yang sudah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa, begitu pula dengan sebuah pertemuan. 

people come and go, mungkin jadi istilah yang tepat untuk tema blog kali ini. Pertemuan kita dengan orang-orang yang telah berlalu-lalang dalam hidup, baik datang kemudian pergi. Pasti mengajarkan sesuatu pada kita meskipun tidak kita sadari pada saat itu. Karna kebanyakan manusia baru mengerti rasa dari "belajar" setelah kehilangan sesuatu atau bisa dikatakan setelah orang itu pergi.

Ada beberapa orang yang memang sudah digariskan untuk bertemu dengan kita, baik hanya singgah sejenak, menemani proses, ataupun bersama hingga akhir. Hal ini tentunya, kita tidak bisa memilih siapa orangnya yang hanya singgah untuk sebentar, kemudian untuk menemani setiap proses hidup kita, ataupun untuk bersama kita hingga akhir. Tapi yang pasti, dari setiap perpisahan yang berlangsung dalam beberapa fase ini, tidak ada perpisahan yang tidak meninggalkan sebuah pelajaran.

Banyak orang bertanya-tanya saat berpisah. Bertanya apa yang aku kurang? apa aku melakukan kesalahan? Sehingga seseorang itu pergi meninggalkannya. Padahal, bukan karena diri ini yang kurang ataupun salah. Seseorang yang pergi dalam kehidupan kita bukan karena itu.

Hal ini hanya karena fase "dalam ruas waktu yang sama" telah usai. waktu yang sebelumnya masih dalam satu segmen, kini sudah memiliki ritme yang berbeda. Dan tentunya ini juga mengartikan bahwa tugas yang diemban oleh orang itu dalam hidup kita sudah selesai. Atau, bisa juga dibilang orang itu bukan yang digariskan oleh Tuhan sebagai bagian dari akhir cerita hidup kita. Mungkin dia hanya seseorang yang digariskan oleh Tuhan hanya untuk menjadi bagian dari proses belajarmu saja. 

Alasan baiknya, Tuhan sedang mengajari kita apa arti dari keikhlasan, mengingatkan kita untuk selalu kembali pada-Nya, bukan bergantung pada manusia. Dan bisa jadi alasan dari perginya seseorang setelah pertemuannya dalam hidup kita adalah, Tuhan telah menyiapkan seseorang yang dinilai tepat dalam penilaian Tuhan untuk kita di waktu yang dirasa paling tepat.

Meskipun telah pergi, seseorang yang pernah hadir dalam hidup kita juga tidak pernah pergi sepenuhnya. seperti yang aku bilang sebelumnya, ada pelajaran yang ditinggalkan untuk kita, hal itulah yang kita jadikan bekal dalam kehidupan yang masih terus berjalan ini. Dan meskipun orangnya telah pergi, pada nyatanya kenangan yang ada akan tetap bersama kita dan menjadi bagian dari hidup kita.

Jadii, balik lagi ke pertanyaan di atas, "kalau ujung-ujungnya bakal pisah, kenapa harus ketemu?" disini aku bakal bilang justru karena adanya perpisahan, pertemuan itu menjadi hal yang berharga, sesuatu yang akan terus diingat baik rasa senangnya ataupun sedihnya. Itu juga bagian dari proses tumbuh dalam kehidupan manusia. Dan di balik seutas tali pertemuan itulah, kita belajar cara melepas tanpa rasa benci..




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nonton Drakor Bon Appétit, Your Majesty pakai lensa Hubungan Internasional

The Mind, after You.